Jumat, 05 Januari 2018

LG V30 Plus Dijual Seharga Galaxy S8 di Indonesia?

LG Mobile Communication Indonesia telah mengonfirmasi bahwa smartphone LG V30 Plus akan dijual di Indonesia pada Desember ini. Bagaimana dengan harganya?

Head of LG Mobile Communication, Heegyun Jang mengatakan bahwa harga jual LG V30 Plus di Indonesia berkisar di angka Rp 10 jutaan. "Sekitar Rp 10 jutaan," kata Heegyun saat berjumpa dengan sejumlah media di kantor LG Indonesia, Selasa (12/11/2017).

Dengan demikian, harga LG V30 Plus bakal bersaing dengan Samsung Galaxy S8 di pasar Indonesia. Galaxy S8 sendiri mulai dijual resmi di Indonesia sejak Mei 2017 lalu dengan banderol harga Rp 10,5 juta.

Namun, LG V30 Plus menawarkan kapasitas penyimpanan internal yang lebih besar, yakni 128 GB. Seperti diketahui, Galaxy S8 dengan banderol Rp 10 jutaan adalah versi penyimpanan internal 64 GB.

LG sendiri mengonfirmasi hanya akan meluncurkan V30 varian Plus untuk pasar Indonesia. Beda LG V30 Plus dengan LG V30 reguler adalah dalam hal kapasitas penyimpanannya. LG V30 mengusung penyimpanan 64 GB, sementara LG V30 Plus 128 GB.

Selebihnya, spesifikasi hardware keduanya sama, seperti chip Snapdragon 835, RAM 4 GB, dual camera belakang (16 dan 13 megapiksel) dengan lensa berbukaan terlebar saat ini, f/1,6, serta sertifikasi IP68 yang membuat V30 tahan air dan debu.

Di generasi sebelumnya, yakni LG V20, fitur IP68 ini belum dimiliki. LG V30 Plus juga menjadi smartphone pertama LG dengan chip Snapdragon 835 yang dijual di Indonesia.

"Dukungan spesifikasi lebih tinggi dari LG V30 Plus akan memberikan performa lebih tinggi menjawab kebutuhan untuk menciptakan konten berkualitas ala seorang professional dengan mudah,” ujar Heegyun.

Jumat, 06 Januari 2017

Ponsel Android Rp 400.000 Meluncur Bulan Ini?

Tahun lalu, Google memperkenalkan platform Android Go untuk perangkat-perangkat smartphone entry level berbanderol terjangkau.
Kabar terbaru yang beredar  awal 2018 menyebutkan bahwa smartphone Android Go akan mulai bermunculan bulan ini. Harganya disinyalir bakal dipatok di kisaran 30 dollar AS atau sekitar Rp 400.000.

Debut Android Go kemungkinan bakal dilakukan di India lewat perangkat dari sejumlah vendor lokal, termasuk Micromax, Intex, dan Karbonn, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari GSM Arena, Kamis (3/1/2018).

Micromax diperkirakan menjadi vendor pertama yang meluncurkan perangkat Android Go pada akhir Januari. Sementara vendor lain akan menyusul belakangan.

Ponsel Android Go bakal menjalankan sistem operasi Android Oreo versi khusus. Sistem operasi ini yang dirancang agar bisa berjalan dengan mulus dengan spesifikasi hardware terbatas.

Aplikasi-aplikasi Google, seperti Maps, Chrome, dan PlayStore, pun dibuatkan versi khusus, yang berukuran lebih kecil untuk Android Go.
Untuk menekan harga, smartphone Android Go hanya akan dibekali RAM 1 GB dan media penyimpanan 8 GB, tapi sudah memiliki konektivitas 4G LTE.
Dengan harga murah meriah, Android Go diharapkan bisa menarik hati konsumen yang selama ini belum mau beralih dari feature phone karena kendala harga.

Di India, menurut keterangan firma riset pasar IDC, lima dari 10 handset yang terjual memiliki harga di bawah 2.000 rupee (31 dollar AS) sehingga Android Go berpotensi merengkuh sebagian besar konsumen gadget.

Kamis, 05 Januari 2017

Ponsel LG Seri G Bakal Berganti Nama?

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada 2018, LG diprediksi bakal kembali meluncurkan model smartphone kelas atas. Tapi namanya mungkin bukan seri “G” seperti “LG G7”.

Ini karena LG kabarnya sedang mempertimbangkan untuk rebranding alias mengubah nama seri smartphone andalannya tersebut.

Informasi yang beredar dari Korea Selatan menyebutkan bahwa ada sejumlah opsi nama baru, seperti misalnya memberikan nomor model dua digit, alih-alih hanya satu seperti yang dilakukan sekarang.

“Rebranding model bukanlah hal baru. Samsung dan Apple telah melakukannya untuk flagship mereka,” ujar seorang pejabat LG yang tidak disebutkan namanya kepada The Investor, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Jumat (5/1/2018).

LG sendiri pada 2013 mengubah nama ponsel flagship “Optimus G” dengan menghapus kata “Optimus” sehingga menjadi hanya “G”.

Dua tahun setelahnya, LG meluncurkan brand seri “V”. Kini, Lg seri “G” dan “V” adalah dua lini flagship yang diluncurkan pada waktu terpisah setiap tahun. Seri G biasanya muncul di awal tahun, sementara seri V menyusul belakangan di paruh kedua.

Tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, flagship baru LG kemungkinan akan diperkenalkan di ajang MWC 2018 di Barcelona, Spanyol, akhir Februari mendatang.

Nama baru sang flagship masih belum ditetapkan. Ada spekulasi bahwa LG bakal menerapkan sistem nomor model baru, lantaran angka yang lebih kecil mengesankan ketertinggalan teknologi.

Samsung, misalnya, melompati angka “6” dan langsung merilis Galaxy Note 7 pada 2016. Sementara, Apple melompat dari iPhone 8 ke iPhone X yang dimaksudkan untuk menandai ulang tahun ke-10 dari iPhone.

Operator Seluler Bisa Sembunyikan Kekuatan Sinyal di Android P?

Google dikabarkan berencana memberikan kewenangan ke operator seluler untuk menyembunyikan informasi kekuatan sinyal di OS Android versi yang akan datang (Android P). Informasi itu terungkap setelah ada bocoran kode Android P yang dikirim ke Andorid Open Source Project (AOSP).

Pemilik perangkat bisa mengecek kekuatan sinyal dengan melihat menu SIM status di bagian Settings. Namun dengan adanya kode tersebut, kelak perusahaan operator seluler bisa menyembunyikan informasi kekuatan sinyal dari pemilik perangkat.

Fitur menyembunyikan informasi kekuatan sinyal di perangkat Android dikabarkan diminta sendiri oleh perusahaan operator dan disetujui oleh Google.
Belum diketahui pasti mengapa perusahaan operator ingin menyembunyikan informasi kekuatan sinyal jika hal tersebut mudah terlihat pada iterasi yang ada di Android.

Dalam kode tersebut juga terungkap bahwa Google hanya penyembunyian informasi kekuatan sinyal di menu SIM status, bukan menghapus API yang bisa menarik informasi kekuatan sinyal. Dengan demikian, aplikasi pihak ketiga masih bisa memanfaatkan API ini untuk menampilkan informasi kekuatan sinyal.
Di versi Android yang beredar saat ini, kekuatan sinyal operator diukur dalam angka numerik dalam satuan desibel-milliwatt (dBm) atau arbitrary strength unit (asu).

Walau sinyal biasanya dicek lewat ikon lima baris yang muncul di atas layar, namun kekuatan sinyal yang sesungguhnya adalah angka numerik tadi. Jika jaringan buruk, maka angka dBm juga akan menurun.

Dari laporan XDA Developer yang dihimpun KompasTekno, Jumat (5/1/2018), perubahan ini bukan berarti membuat pengguna Android tidak bisa mengecek kekuatan sinyal, namun informasi yang ditampilkan tidak mencerminkan yang sesungguhnya/apa adanya.

Chip Exynos 9810 untuk Galaxy S9 Dirilis, Setangguh Apa?

Setelah sempat muncul dalam materi pers terkait CES, November lalu, pekan ini system-on-chip Exynos 9810 benar-benar diperkenalkan secara resmi oleh Samsung. Seperti apa ketangguhan calon otak Galaxy S9 ini?
Exynos 9810 memang kemungkinan besar menjadi dapur pacu model-model smartphone andalan baru Samsung, seperti Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus. Keduanya juga diperkirakan akan meluncur dalam waktu dekat.

Dibuat menggunakan proses fabrikasi 10 nm, Exynos 9810 dibekali dengan delapan core CPU. Empat di antaranya merupakan custom-core CPU generasi ketiga Exynos M3 dari Samsung, yang berkinerja tinggi dengan clockspeed 2,9 GHz.

Empat core CPU lainnya merupakan Cortex-A55 yang lebih hemat daya. Pengolah grafis (GPU) yang digunakan di Exynos 9810 adalah Mali G72. Samsung turut membenamkan model LTE berkecepatan maksimal 1,2 Gbps dengan teknologi 6x Carrier Aggregation.

Dibandingkan pendahulunya, Exynos 9810 diklaim mampu menghasilkan kinerja single core hingga dua kali lebih tinggi, sementara kinerja multicore diklaim 40 persen lebih cepat, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Gizmochina, Jumat (5/1/2018).

Dengan tenaga yang dimilikinya, Exynos 9810 digadang-gadang bakal menghasilkan kinerja pengolahan kecerdasan buatan (AI yang mumpuni.
“Exynos 9810 akan menjadi katalis kunci dari inovasi platform pintar, seperti smartphone, personal computing, otomotif, dan era AI yang akan datang,” sebut Samsung dalam keterangan tertulis.

Turut disebtukan bahwa Exynos 9810 membuka kemungkinan untuk teknologi sekuriti berbasis pemetaan wajah secara tiga dimensi.
Untuk soal kemanan ini, Exynos 9810 juga dibekali security processing unit terpisah untuk menjaga keamanan data personal pengguna, termasuk informasi wajah, iris, dan sidik jari.

Menjajal Ajaibnya Project Tango Google

Google punya banyak proyek riset dan pengembangan. Perusahaan yang konon berawal dari sebuah garasi itu memang gemar bereksperimen.

Menariknya, perangkat smartphone pertama yang bakal menerapkan Tango akan dihadirkan oleh Lenovo, awal Juni 2016 nanti.Nah, sebelum perangkat itu hadir, pengunjung Google I/O 2016 punya kesempatan untuk menjajal demo Project Tango. Perlu dicatat bahwa demo dilakukan dengan tablet prototipe dan bukan smartphone seperti yang bakal dihadirkan Lenovo.

Berikut adalah pengalaman wartawan KompasTekno, Wicak Hidayat yang mencoba Project Tango langsung di markas Google di Mountain View, California, AS.

Persyaratan teknis
Sebuah perangkat Project Tango dikatakan memiliki beberapa perbedaan dibandingkan perangkat Android pada umumnya. Namun, Tango sendiri secara kemampuan sebenarnya sudah bakal melekat pada Android N.
Untuk perangkatnya, perbedaan paling mencolok adalah adanya sensor khusus yang dikenal dengan sebutan 6-DOF atau six degree of freedom.  Lalu, kameranya harus mampu menangkap kedalaman bidang (depth of field).
Nah, Android N bakal mendukung kedua hal tersebut. Artinya, perangkat apa pun yang menggunakan Android N teorinya sudah bisa menjalankan Tango, asalkan ada kedua sensor tadi ada di dalam spesifikasinya.

Kalau mau agak teknis, tentunya ada beberapa libraries yang harus ada di dalam perangkat Android N yang menjalankan Project Tango. Misalnya untuk learningdepth dan augmented reality.

Tapi, produsen perangkat sebenarnya tak perlu terlalu pusing. Setidaknya itu janji Google. "Selama setahun terakhir, salah satu yang kami lakukan cukup banyak adalah bekerjasama dengan Qualcomm untuk mengitegrasikan komponen ini ke Snapdragon," ujar Johnny Lee dari tim Project Tango di gelaran Google I/O.

Mungkin, cukup dengan menggunakan Snapdragon tertentu, maka kemampuan Tango bakal langsung bisa digunakan oleh produsen perangkat.

Aplikasi di kehidupan sehari-hari
Dalam demo di panggung, Tango digambarkan bisa menghadirkan lingkungan augmented reality dari sebuah area terbatas (panggung, misalnya). Ia mampu mendeteksi batas pinggir panggung dengan cukup baik.
Sedangkan untuk demo yang lebih intim, Google membuka kesempatan pada pengunjung untuk memasuki area Sandbox (sebutan untuk area demo dan hands-on di Google I/O).

Di sana, ditunjukkan beberapa penerapan lain dari Project Tango. Misalnya, katalog dari toko perabot dan bahan bangunan Lowe bisa digunakan untuk melihat di sisi ruangan sebelah mana kompor bisa dipasang.

Atau, lewat Project Tango, pengguna bisa mengukur area tertentu di ruangan sehingga bisa tahu persis seberapa sisa ruang yang ada sebelum membeli furnitur.

Ada juga kemampuan untuk melihat katalog furnitur, mencoba menempatkannya di ruangan dan langsung memesannya jika memang dirasa cocok.
Selain itu, dari sisi hiburan, Project Tango bisa digunakan untuk permainan. 

Dalam demo itu ditampilan Woorld, yang mampu menempatkan berbagai benda interaktif ke sebuah ruangan. Termasuk, misalnya, sebuah keran kartun yang jika dinyalakan akan membuat ruangan tampak banjir.

Layanan Chatting AOL Ditutup setelah 20 Tahun

Aplikasi chatting populer di era 90-an, AOL Instant Messaging mengumumkan akan menutup layannya pada akhir tahun ini. Aplikasi yang dirilis pada 1997 itu akan dihentikan dukungannya pada 15 Desember 2017.

Semenjak dikenalkan 20 tahun lalu, AOL sempat mendominasi layanan chatting di Amerika Utara. Namun dengan hadirnya SMS dan aplikasi sosial seperti Facebook dan WhatsApp, AOL menyerah dan tidak lagi berencana memperbarui layanannya lagi.

"Kami tahu ada konsumen loyal yang menggunakan AOL selama puluhan tahun, dan kami senang telah membuat aplikasi chat pertama dan mengembangkannya," demikian keterangan resmi AOL di halaman AIM help, seperti dikutip KompasTekno, Minggu (8/10/2017).

AOL kini berencana membuat sesuatu yang baru yang diharapkan bisa populer layaknya AOL di zamannya. "Fokus kami sekarang membangun brand masa depan yang ikonik dan produk yang mengubah kehidupan," imbuh AOL.

Sebelumnya, pada Maret 2017 lalu, AOL telah memutus dukungan aplikasi dari pihak ketiga. Namun kini, aplikasi AOL baik untuk komputer Mac, Windows, atau perangkat mobile iOS dan Android akan ditarik dukungannya.

AOL yang dirilis pada 1997 sempat menjadi pesaing layanan serupa yang berbasis desktop, seperti ICQ, Yahoo Messenger, dan Microsoft MSN. Layanan-layanan chatting tersebut sangat digemari di awal-awal milenium.

Namun dengan hadirnya era media sosial dan mobile, bisnis AOL terus menurun. Nilai perusahaannya terjun dari 224 miliar dollar AS menjadi hanya 4,4 miliar dollar AS saja. Pada 2015, AOL diakuisisi oleh perusahaan operator seluler AS, Verizon.

Kini, AOL mengucapkan salam perpisahan terakhirnya kepada para penggunanya. Pengguna AOL bisa mencari alternatif lain, seperti WhatsApp desktop, Slack, atau yang lebih nge-pop seperti Line dan WeChat.